Yang Dimaksud Dengan Bentuk Geometri Dalam Aliran Kubisme Adalah

Mengupas Esensi Bentuk Geometri dalam Aliran Kubisme

Kubisme adalah gerakan seni yang revolusioner yang muncul pada awal abad ke-20 dan mengubah pandangan dunia seni secara fundamental. Salah satu elemen yang paling khas dalam aliran ini adalah penggunaan bentuk geometri yang mencolok dan berani. Bentuk geometri dalam kubisme menjadi cara seniman untuk merevolusi cara pandang terhadap objek dan realitas.

Pemahaman tentang Bentuk Geometri dalam Kubisme

Bentuk geometri dalam aliran kubisme mengacu pada pendekatan artistik yang memecah objek-objek ke dalam bentuk-bentuk dasar geometris, seperti kubus, bola, kerucut, dan silinder. Seniman kubis memandang objek-objek dalam berbagai sudut dan dimensi, kemudian merekonstruksi elemen-elemen ini ke dalam bentuk-bentuk geometris yang lebih sederhana dan abstrak.

Tujuan dari Penggunaan Bentuk Geometri

Penggunaan bentuk geometri dalam kubisme memiliki beberapa tujuan penting:

1. Pemecahan Objek: Seniman kubis bermaksud memecah objek-objek kompleks menjadi elemen-elemen yang lebih sederhana. Dengan memisahkan objek menjadi bentuk-bentuk dasar, mereka merangkul konsep bahwa objek bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

2. Pergeseran Perspektif: Dengan menggabungkan elemen-elemen geometris dari berbagai sudut pandang, seniman menggambarkan objek dalam bentuk yang seolah-olah dilihat dari berbagai sisi sekaligus. Ini memerangkap dinamika waktu dan ruang dalam satu gambar, menciptakan rasa gerak dan dimensi yang unik.

3. Pesan Simbolis: Penggunaan bentuk geometri dalam kubisme sering kali memiliki makna simbolis. Bentuk-bentuk dasar ini dapat mewakili berbagai konsep, seperti stabilitas, perubahan, atau bahkan kontradiksi dalam realitas. Mereka dapat menjadi representasi metaforis dari aspek-aspek kehidupan yang kompleks.

4. Keabstrakan: Penggunaan bentuk geometri juga mengarah pada abstraksi visual yang lebih besar. Objek-objek dipecah menjadi bentuk-bentuk dasar yang abstrak, meresap ke dalam inti esensi objek tersebut dan membebaskan seniman dari pembatasan representasi realistis.

Kubisme memperkenalkan paradigma baru dalam seni rupa dengan mengubah cara melihat dunia fisik. Penggunaan bentuk geometri menjadi sarana utama dalam merevolusi pandangan seniman terhadap realitas. Dengan pendekatan ini, kubisme mengajak kita untuk melihat di balik permukaan dan merenungkan dimensi-dimensi yang lebih dalam dari objek-objek sehari-hari.