Urutan Kepengurusan Nu Dari Tingkat Nasional Sampai Desa Adalah

Struktur Kepengurusan NU: Dari Tingkat Nasional Hingga Desa

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang memiliki struktur kepengurusan yang kuat dan terorganisir dengan baik. Dari tingkat nasional hingga desa, NU memiliki hierarki yang menghubungkan pemimpin-pemimpin di semua tingkatan. Dalam artikel ini, kita akan melihat urutan kepengurusan NU dari tingkat nasional hingga desa.

1. Tingkat Nasional (PBNU – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama): PBNU adalah pusat kepengurusan tertinggi NU di tingkat nasional. PBNU memimpin dan mengkoordinasi berbagai aktivitas serta program-program NU di seluruh Indonesia. Ketua PBNU merupakan pemimpin nasional dan diangkat dalam Muktamar NU, forum tertinggi organisasi ini.

2. Tingkat Provinsi (PWNU – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama): PWNU adalah kepengurusan NU di tingkat provinsi. Setiap provinsi memiliki PWNU yang mengurus urusan keagamaan dan sosial di tingkat regional. PWNU dikepalai oleh seorang Ketua yang dipilih dalam Rapat Anggota (Rapim) PWNU.

3. Tingkat Kabupaten/Kota (PDNU – Pengurus Daerah Nahdlatul Ulama): PDNU merupakan kepengurusan NU di tingkat kabupaten atau kota. PDNU bertanggung jawab atas koordinasi kegiatan di wilayahnya dan menjalankan program-program NU dalam skala yang lebih lokal. Kepala PDNU dipilih melalui Rapim PDNU.

4. Tingkat Kecamatan (PCNU – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama): PCNU adalah kepengurusan NU di tingkat kecamatan. PCNU memainkan peran penting dalam mendekatkan NU dengan masyarakat di tingkat kecamatan. Pemimpin PCNU dipilih oleh anggota melalui Rapat Anggota PCNU.

5. Tingkat Desa/Kelurahan (PDNUD – Pengurus Desa/Kelurahan Nahdlatul Ulama): PDNUD adalah kepengurusan NU di tingkat desa atau kelurahan. Ini adalah tingkat terbawah dalam struktur NU dan bertugas mengoordinasikan kegiatan dan program-program NU di tingkat lokal. Pemimpin PDNUD juga dipilih oleh anggota dalam Rapat Anggota.

Struktur kepengurusan NU yang berjenjang ini membantu dalam mengoordinasikan berbagai program dan kegiatan organisasi dari tingkat nasional hingga tingkat desa. Hierarki ini memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan dan sosial yang diusung oleh NU dapat diterapkan secara konsisten dan efektif di seluruh Indonesia. Dalam setiap tingkatan, pemimpin yang dipilih mewakili suara anggota dan bekerja untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat serta mengokohkan nilai-nilai agama dan budaya.