Menurut Griffin Tradisi Fenomenologi Dan Tradisi Sosiokultural Termasuk Kedalam Wilayah

Menurut Griffin, Tradisi Fenomenologi dan Tradisi Sosiokultural Termasuk ke dalam Wilayah Ilmu Komunikasi

Dalam studi ilmu komunikasi, terdapat berbagai pendekatan dan tradisi yang digunakan untuk memahami komunikasi manusia. Dua tradisi yang diakui dan dijelaskan oleh Griffin adalah tradisi fenomenologi dan tradisi sosiokultural. Menurut Griffin, kedua tradisi ini termasuk dalam wilayah ilmu komunikasi karena mereka menyediakan pandangan yang kaya dan beragam tentang proses komunikasi manusia.

Tradisi fenomenologi dalam ilmu komunikasi melibatkan pemahaman dan penjelajahan tentang pengalaman dan persepsi individu dalam komunikasi. Pendekatan ini menekankan pada pengalaman subjektif individu dan pemahaman mereka tentang dunia sosial. Dalam tradisi fenomenologi, komunikasi dipandang sebagai suatu proses interaksi yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman, persepsi, dan interpretasi individu. Tradisi fenomenologi memberikan perhatian yang mendalam pada pengalaman manusia dalam berkomunikasi dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk pemahaman dan makna yang diberikan pada pesan. Hal ini melibatkan analisis dalam skala mikro, seperti memahami ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau bahasa tubuh dalam komunikasi antara individu.

Di sisi lain, tradisi sosiokultural dalam ilmu komunikasi menekankan pada konteks sosial dan budaya dalam komunikasi. Pendekatan ini menganggap komunikasi sebagai fenomena sosial yang terbentuk oleh norma, nilai, dan praktik dalam suatu masyarakat atau budaya tertentu. Tradisi sosiokultural menyoroti peran struktur sosial, institusi, dan norma dalam membentuk pola komunikasi manusia. Pemahaman komunikasi dalam tradisi ini melibatkan analisis dalam skala makro, seperti memahami peran media massa, politik, atau faktor sosial dalam membentuk komunikasi dalam suatu kelompok atau masyarakat.

Kedua tradisi ini memberikan kontribusi yang berharga dalam memahami komunikasi manusia secara komprehensif. Tradisi fenomenologi memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman individu dalam berkomunikasi, sementara tradisi sosiokultural memperluas perspektif ke dalam konteks sosial dan budaya yang membentuk komunikasi tersebut. Keduanya saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang lebih utuh tentang kompleksitas komunikasi manusia.

tradisi fenomenologi dan tradisi sosiokultural dapat dilihat sebagai bagian integral dari wilayah ilmu komunikasi. Kedua tradisi ini memberikan pandangan yang berbeda dan saling melengkapi dalam memahami komunikasi manusia. Dalam ilmu komunikasi, penggunaan kedua tradisi ini membantu para peneliti dan akademisi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih kaya tentang proses komunikasi, baik dalam dimensi individu maupun dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas.