Pendekatan Pembelajaran K 13

Kurikulum 2013 atau K-13 adalah kurikulum pendidikan yang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2013. Kurikulum ini menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Salah satu hal yang membedakan K-13 dengan kurikulum sebelumnya adalah pendekatan pembelajarannya.

Pendekatan pembelajaran K-13 lebih menekankan pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mandiri pada siswa. Hal ini dilakukan dengan mengurangi ketergantungan siswa pada guru dan buku teks sebagai satu-satunya sumber belajar. Di samping itu, pendekatan ini juga mengedepankan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran.

Dalam pendekatan pembelajaran K-13, siswa menjadi lebih aktif dalam membangun pengetahuan dan pemahaman mereka sendiri. Siswa tidak hanya menerima informasi dari guru dan buku teks, tetapi juga melakukan eksplorasi sendiri, melakukan observasi, melakukan penelitian dan melakukan percobaan. Pendekatan ini juga mengajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan mampu menghubungkan pengetahuan yang telah mereka pelajari dengan situasi kehidupan nyata.

Salah satu contoh dari pendekatan pembelajaran K-13 adalah penggunaan proyek dalam pembelajaran. Dalam pendekatan ini, siswa diberikan tugas untuk membuat suatu proyek yang terkait dengan materi yang telah dipelajari. Proyek tersebut tidak hanya akan mengevaluasi pemahaman siswa, tetapi juga akan membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam merencanakan, mengeksekusi, dan mengevaluasi proyek tersebut. Dalam proses pembuatan proyek, siswa juga diberikan kebebasan untuk mencari sumber informasi dari berbagai sumber seperti buku, internet, dan wawancara.

Pendekatan pembelajaran K-13 juga mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan emosional. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kegiatan yang berfokus pada pengembangan keterampilan tersebut dalam proses pembelajaran. Contohnya, siswa diberikan tugas untuk bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan suatu masalah atau membuat suatu proyek.

Namun, pendekatan pembelajaran K-13 juga menimbulkan tantangan bagi para guru dalam pelaksanaannya. Guru perlu memahami konsep dan tujuan dari K-13, serta memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran ini dalam kelas. diperlukan juga penyesuaian kurikulum dan pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing sekolah.

pendekatan pembelajaran K-13 memberikan pendekatan yang lebih holistik dan lebih sesuai dengan kebutuhan siswa di era globalisasi. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam berpikir kritis, kreatif dan mandiri serta mengembangkan keterampilan sos